| Beranda | Daftar Isi | -Link Freinds- | GameS | Movie | TipsBlog | Berita | GameSHP | Dewasa 18+| Data Ku | SofTwarE | SmS Gratis | Pantun | Audio |
....alex marz online..Mahadika 2..Pesawat 72.. kls 10 elektro jaya....
... Alex marz online my stm MHD 2 students admitted high pick-up MHD 2.dan smk Mhd 2 name will not be embarrassing name smk MHD 2 and not embarrassing homeroom saya.alex Marz online I lived in jln.serut GG.durian and RT.09 RW.04... By: alex marz http: / / alex-marzcomunity.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Tips Blogg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Blogg. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Januari 2014
Posted by alex marz
07.49, under Tips Blogg | No comments
Pengertian CCTV
CCTV (Closed Circuit Television) merupakan sebuah perangkat kamera video digital yang digunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal tersebut memiliki tujuan untuk dapat memantau situasi dan kondisi tempat tertentu, sehingga dapat mencegah terjadinya kejahatan atau dapat dijadikan sebagai bukti tindak kejahatan yang
telah terjadi. Pada umumnya CCTV seringkali digunakan untuk mengawasi area publik seperti : Bank, Hotel, Bandara Udara, Gudang Militer, Pabrik maupun Pergudangan.
Pada sistem konvensional dengan VCR (Video Cassete Recorder), awalnya gambar dari kamera CCTV hanya dikirim melalui kabel ke sebuah
ruang monitor tertentu dan dibutuhkan pengawasan secara langsung oleh operator/petugas keamanan dengan resolusi gambar yang masih rendah yaitu 1 image per 12,8 seconds. Namun seiring dengan perkembanga teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, banyak kamera CCTV yang telah menggunakan sistem teknologi yang modern. Sistem kamera CCTV digital saat ini dapat dioperasikan maupun dikontrol melalui Personal Computer atau Telephone genggam, serta dapat dimonitor dari mana saja dan kapan saja selama ada komunikasi dengan internet maupun akses GPRS.
Pengenalan Sistem CCTV
Untuk membuat sebuah sistem CCTV sederhana terlebih dahulu anda harus mengetahui peralatan alat atau material yang digunakan dalam instalasi tersebut. Berikut ini peralatan atau material yang diperlukan adalah :
1. BNC (Bayonet Neill Concelman) connector adalah tipe konektor RF yang pada umumnya dipasang pada ujung kabel coaxial, sebagai penghubung
dengan kamera CCTV dan alat perekam (DVR) maupun secara langsung ke monitor CCTV.
konektor BNC
2. Kabel Coaxial merupakan sebuah jenis kabel yang biasa digunakan untuk mengirimkan sinyal video dari kamera CCTV ke monitor. Ada beberapa
tipe kabel coaxial yaitu : RG-59, RG-6 dan RG-11. Penggolongannya berdasarkan diameter kabel dan jarak maksimum yang direkomendasikan
untuk instalasi kabel tersebut. Lihat tabel dibawah


Gambar Penampang kabel Coaxial
3. Peralatan untuk Crimp kabel coaxial digunakan sebagai alat bantu untuk memasang konektor BNC pada kabel coaxial.
Tang Crimpingdigunakan adalah NYA (2×1,5mm) maupun NYM (3×2,5mm). Instalasi kabel power ini sebaiknya juga menggunakan pipa high impact conduit.
4. Adaptor dan power supply merupakan perangkat yang menyuplai tegangan kerja ke kamera CCTV, pada umumnya tegangan yang digunakan yaitu 12 Volt DC. Namun adapula yang menggunakan tegangan 24 Volt (AC) maupun 24 Volt (DC). Hal ini tergantung pada jenis atau tipe kamera yang
digunakan.
3. Kamera CCTV dapat dibedakan menjadi beberapa type yaitu kamera Fixed Dome, kamera IP, kamera wireless dan kamera PTZ (Pan/Tilt/zoom).
Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran anda. Jika anda membutuhkan sebuah kamera yang perlu diperhatikan adalah mempelajari
spesifikasi kamera CCTV sebelum membeli. Biasanya spesifikasi yang diberikan berupa format lensa CCD (Charge Coupled Device) yang memiliki ukuran tipikal (1/2″, 1/3″dan 1/4″), TV Lines yang berkaitan dengan resolusi gambar, LUX yang berkaitan dengan kesensitifan kamera terhadap cahaya,
Varifocal lens yang berkaitan dengan pegaturan sudut/jarak pandang kamera dan bisa diatur secara manual, indoor, outdoor, dan lain-lain.

Jenis Kamera CCTV
4. DVR (Digital
Video Recorder) adalah sebuah media penyimpan hasil rekaman video yang
telah terpantau oleh kamera CCTV. Besar kecilnyakapasitas penyimpanan hasil rekaman tergantung pada harddisk yang terpasang (pada umumnya 160 Gygabyte, namun adapula yang diupgrade hingga 1 Terabyte). Hasil rekaman video tersebut ada yang berformat QCIF, MPEG-4 dan avi. Dan biasanya input DVR terdiri dari 4, 8, 16 dan 32 channel kamera.

Gambar DVR
5. Monitor CCTV ada yang masih menggunakan tabung CRT dan
adapula yang menggunakan LCD. Monitor tersebut dapat menampilkan
keseluruhan
gambar dari kamera sesuai inputan ke DVR maupun Multiplexser. Tampilan kamera-kamera dapat dilihat pada monitor dengan pembagian yang berbeda
(satu tampilan kamera, matrik 2×2, matrik 3×3 dan matrik 4×4).
gambar dari kamera sesuai inputan ke DVR maupun Multiplexser. Tampilan kamera-kamera dapat dilihat pada monitor dengan pembagian yang berbeda
(satu tampilan kamera, matrik 2×2, matrik 3×3 dan matrik 4×4).
Gambar Monitor
CCTV
Setelah anda mengetahui
peralatan atau material yang telah disebutkan, di bawah ini merupakan
gambaran sistemnya.

Gambar Sistem CCTV
Sekian dari kami gan semoga Bermanfaat
Senin, 23 September 2013
1. Resistor
Tahanan listrik yang ada pada sebuah penghantar dilambangkan dengan huruf R , tahanan merupakan komponen yang didesain untuk memiliki besar tahanan tertentu dan disebut pula sebagai resistor.
Rumusnya adalah sebagai berikut :
R = V/I
dimana :
R = Tahanan dengan satuan Ohm
V = Tegangan dengan satuan Volt
I = Arus dengan satuan Ampere
Beberapa kategori resistor adalah resistor linear dan resistor non linear. Resistor linear adalah resistor yang bekerja sesuai dengan hukum ohm sedangkan Resistor non Linear adalah resistor yang dimana perubahan nilainya dikarenakan oleh kepekaan tertentu (peka cahaya, peka panas, peka tegangan listrik).
2. Kapasitor
Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat.
Besarnya kapasitansi dapat dihitung dengan rumus seperti berikut ini :
Kapasitansi C = ( Muatan Q / Tegangan V ).
Komponen Pasif :
Komponen Aktif :
* dioda :
Sirkuit Analog :
Sirkuit Digital :
Alat ukur :
Part 2
Elektronika
adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan
dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik
dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel,
semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat
seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain
dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro,
teknik komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi.Dalam
rangkaian elektronika terdapat bermacam-macam komponen. Ada transistor,
resistor, IC, trafo dan lain-lain. Komponen-komponen ini dikategorikan
menjadi bagian-bagian berikut:
Komponen Pasif : yaitu komponen yang menunjukkan hubungan linear antara arus dan tegangan, jika komponen tersebut berada di dalam pengaruh medan listrik
A.resistor atau tahanan adalah suatu bahan yang dapat menghambat arus listrik

Fungsi kapasitor


JENIS-JENIS TRANSISTOR
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:
Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.
Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain
Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain
BJTBJT (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu dari dua jenis transistor. Cara kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Ketiga terminal tersebut adalah emiter (E), kolektor (C), dan basis (B).
Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. Rasio antara arus pada koletor dengan arus pada basis biasanya dilambangkan dengan β atau hFE. β biasanya berkisar sekitar 100 untuk transistor-transisor BJT.
FET
FET dibagi menjadi dua keluarga: Junction FET (JFET) dan Insulated Gate FET (IGFET) atau juga dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (atau Semiconductor) FET (MOSFET). Berbeda dengan IGFET, terminal gate dalam JFET membentuk sebuah dioda dengan kanal (materi semikonduktor antara Source dan Drain). Secara fungsinya, ini membuat N-channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode. Dan juga, keduanya (JFET dan tabung vakum) bekerja di "depletion mode", keduanya memiliki impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik dibawah kontrol tegangan input.
FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: dalam depletion mode, gate adalah negatif dibandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat. Untuk P-channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Sebagian besar IGFET adalah tipe enhancement mode, dan hampir semua JFET adalah tipe depletion mode.
Sirkuit Analog :a.Amplifier atau Penguat
b.Opamp (Operational Amplifier) termasuk negative feedback
c.Amplifier Daya
d.FET (Filed Effect Transistor), JFET, MOSFET, MESFET, MODFET, HEMT
e.CMOS, N-MOS, P-MOS, Pass-transistor
Sirkuit Digital :a.Gerbang logika
b.flip-flop
c.penghitung atau pencacah (Inggris: counter)
d.register
e.multiplekser (MUX) dan DEMUX
f.Penjumlah (Adder), Subtraktor (Pengurang) & Pengganda (Multiplier)
g.mikroprosesor
h.mikrokontroler
i.ADC, DAC, Atmel AVR
j.Digital Signal Processor (DSP)
k.FPGA (Field-Programmable Gate Array), ASIC, FPAA, Embedded-FPGA, CPLD
l.Semua jenis komputer digital: komputer super, mainframe, komputer mini, komputer pribadi m.desk-top, laptop, PDA, Smart card, telepon pintar, dll
Alat ukur :
a.Ohm-meter
b.Amper-meter
c.Voltmeter
d.Multimeter
e.Oskiloskop
f.Function generator
g.Digital Signal Analyzer
h.Spectrum meter
Tahanan listrik yang ada pada sebuah penghantar dilambangkan dengan huruf R , tahanan merupakan komponen yang didesain untuk memiliki besar tahanan tertentu dan disebut pula sebagai resistor.
Rumusnya adalah sebagai berikut :
R = V/I
dimana :
R = Tahanan dengan satuan Ohm
V = Tegangan dengan satuan Volt
I = Arus dengan satuan Ampere
Beberapa kategori resistor adalah resistor linear dan resistor non linear. Resistor linear adalah resistor yang bekerja sesuai dengan hukum ohm sedangkan Resistor non Linear adalah resistor yang dimana perubahan nilainya dikarenakan oleh kepekaan tertentu (peka cahaya, peka panas, peka tegangan listrik).
2. Kapasitor
Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat.
Kapasitansi C = ( Muatan Q / Tegangan V ).
Kapasitor
adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus
listrik dalam bentuk muatan. sebuah kapasitor pada dasarnya terbuat
dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan
diantara kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang sering
disebut dielektrik.
Fungsi kapasitor adalah pada rangkaian rangkaian elektronika biasanya adalah sebagai berikut:
Ø Kapasitor
sebagai kopling, dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu dapat
dilalui arus ac dan tidak dapat dilalui arus dc dapat dimanfaatkan
untuk memisahkan 2 buah rangkaian yang saling tidak berhubungan secara
dc tetapi masih berhubungan secara ac(signal), artinya sebuah kapasitor
berfungsi sebagai kopling atau penghubng antara 2 rangkaian yang
berbeda.
Ø Kapasitor
berfungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power supply, yang saya
maksud disini adalah kapasitor sebagai ripple filter, disini sifat
dasar kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi
untuk memotong tegangan ripple.
Ø Kapasitor sebagai penggeser fasa.
Ø Kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator.
Ø Kapasitor digunakan juga untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar.
3. Transistor
Transistor adalah komponen elektronika yang
dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung
(switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi
lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya atau tegangan inputnya, memungkinkan
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
4. Induktor
Bentuk dasar dari sebuah induktor adalah kawat yang dililitkan menjadi sebuah koil. Induktor mempunyai sifat yang disebut dengan induktansi diri atau lebih sering disebut dengan induktansi, artinya adalah jika arus meningkat maka medan magnet juga akan meningkat mengikuti perbesaran dari arus.
Besar energi dalam inductor dapat dinyatakan dengan rumus berikut ini :
W = ½.L.I2
Ket :
W : energi dalam satuan Joule
L : induktansi dalam satuan Henry
I : arus dalam satuan Ampere
Bentuk dasar dari sebuah induktor adalah kawat yang dililitkan menjadi sebuah koil. Induktor mempunyai sifat yang disebut dengan induktansi diri atau lebih sering disebut dengan induktansi, artinya adalah jika arus meningkat maka medan magnet juga akan meningkat mengikuti perbesaran dari arus.

W = ½.L.I2
Ket :
W : energi dalam satuan Joule
L : induktansi dalam satuan Henry
I : arus dalam satuan Ampere
5. Dioda
Fungsi
paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik
mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk
menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya biasa juga disebut sebagai penyearah
Dioda Zener
Dioda Zener biasanya digunakan secara luas dalam sirkuit elektronik. Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan.
Dioda LED
Dioda
LED akan hidup apabila LED dialiri arus listrik, fungsi dari LED ini
biasanya hanya sebagai indikator. Atau biasa juga disebut dengan lampu
indikator/
TRASFORMATOR/TRAFO
Trasformator adalah alat yang mempunyai fungsi menaikan atau menurunkan tegangan input atau menurunkan tegangan output.
Ø Trasformator yang berfungsi untuk menaikan tegangan input adalah trafo step up
Ø Transformator yang mempunyai fungsi menurunkan tegangangan adalah trafo step down.
Cara
kerja trasformator : Arus bolak - balik ( AC ) melewati koil utama (
kumparan primer ) yang menginduksi arus bolak - balik di koli kedua (
kuparan sekunder )Komponen Elektronika
Elektronika adalah ilmu yang
mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara
mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu
alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor,
dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini
merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan
sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik
komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi.
Dalam rangkaian elektronika terdapat bermacam-macam komponen. Ada transistor, resistor, IC, trafo dan lain-lain. Komponen-komponen ini dikategorikan menjadi bagian-bagian berikut:
Dalam rangkaian elektronika terdapat bermacam-macam komponen. Ada transistor, resistor, IC, trafo dan lain-lain. Komponen-komponen ini dikategorikan menjadi bagian-bagian berikut:
Komponen Pasif :
- resistor atau tahanan
- kapasitor atau kondensator
- induktor atau kumparan
- transformator
Komponen Aktif :
* dioda :
- dioda cahaya
- dioda foto
- dioda laser
- diode Zener
- dioda Schottky
- transistor efek medan
- transistor bipolar
- transistor IGBT
- transistor Darlington
- transistor foto
Sirkuit Analog :
- Amplifier atau Penguat
- Opamp (Operational Amplifier) termasuk negative feedback
- Amplifier Daya
- FET (Filed Effect Transistor), JFET, MOSFET, MESFET, MODFET, HEMT
- CMOS, N-MOS, P-MOS, Pass-transistor
Sirkuit Digital :
- Gerbang logika
- flip-flop
- penghitung atau pencacah (Inggris: counter)
- register
- multiplekser (MUX) dan DEMUX
- Penjumlah (Adder), Subtraktor (Pengurang) & Pengganda (Multiplier)
- mikroprosesor
- mikrokontroler
- ADC, DAC, Atmel AVR
- Digital Signal Processor (DSP)
- FPGA (Field-Programmable Gate Array), ASIC, FPAA, Embedded-FPGA, CPLD
- Semua jenis komputer digital: komputer super, mainframe, komputer mini, komputer pribadi desk-top, laptop, PDA, Smart card, telepon pintar, dll
Alat ukur :
- Ohm-meter
- Amper-meter
- Voltmeter
- Multimeter
- Oskiloskop
- Function generator
- Digital Signal Analyzer
- Spectrum meter
Part 2
MACAM-MACAM KOMPONEN ELEKTRONIKA
Komponen Pasif : yaitu komponen yang menunjukkan hubungan linear antara arus dan tegangan, jika komponen tersebut berada di dalam pengaruh medan listrik
A.resistor atau tahanan adalah suatu bahan yang dapat menghambat arus listrik
*Jenis-jenis resistor tetap
Yaitu resistor yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan).
Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai
pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian
serta memperbesar dan memperkecil tegangan.
Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai
pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian
serta memperbesar dan memperkecil tegangan.
.Resistor gulungan kawatresistor yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan)..Resistor Lapisan karbon
.Resistor lapisan oksidasi logam
.Resistor komposisi karbon
*Jenis-jenis resistor variabel
Yaitu
resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau
memutar toggle pada alat tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita
tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berfungsi sebagai pengatur volume
(mengatur besar kecilnya arus), tone control pada sound
✔ Potensiometer
➔ Geser
➔ Putar
✔ Trimmer Potensiometer (TRIMPOT)
Resistor
atau hambatan r diukur dalam satuan Ohm ( disimbolkan dengan “ Ω “
).Bila dihubungkan dengan tegangan v ( satuannya Volt ) dan kuat arus I (
satuannya Ampere ) mempunyai rumus sebagai berikut :
V = I . R
R = V / I
V = I . R
R = V / I

B.kapasitor atau kondensator → komponen dasar elektronika yang dapat menyimpan atau mengeluarkan muatan listrik
Fungsi kapasitor
✔ Memisahkan arus AC dan arus DC
✔ Meratakan arus DC pada penyearah arus
✔ Mengontrol frekuensi pada rangkaian isolator
✔ Menyimpan muatan listrik✗ Jenis-jenis kapasitor
✔ Kapasitor polar (ELCO)
✔ Kapasitor Non Polar (Kapasitor Kertas, Kapasitor Kermik, Kpasitor Mika, Kapasitor Poliester)
✔ Kapasitor Variabel (VARCo, TRIMMER)
Jenis kapasitor:
Kapasitor keramik
oksida dan oksida lainSesuai dengan namanya, kapasitor ini mempunyai dielektrik dari keramik. Dielektriknya umumnya berupa campuran antara titanium , dengan elektrode logam. Jenis kapasitor ini tidak memiliki kutub positif maupun negatif, jadi pemasangannya dalam PCB bisa terbalik tanpa mengalami masalah.
Ada dua sumber yang menyatakan tentang kapasitor keramik:
Kekuatan dari dielektriknya sangat kuat, dan berkapasitas besar. Pada umumnya jenis kapasitor ini digunakan untuk meredam bunga api. Misalnya bunga api yang timbul pada platina kendaraan bermotor.
Karena terbuat dari keramik, kondensator ini memiliki kapasitas yang kecil yaitu di bawah 1 mikrofarad. Umumnya digunakan dalam rangkaian penguat frekuensi menengah.
Tapi saya condong kepada yang kedua. Karena dalam kenyataannya apabila kita memang menggunakan kondensator keramik dalam rankaian radio. Mengenai yang pertama saya kurang tahu mengenai hal itu.
oksida dan oksida lainSesuai dengan namanya, kapasitor ini mempunyai dielektrik dari keramik. Dielektriknya umumnya berupa campuran antara titanium , dengan elektrode logam. Jenis kapasitor ini tidak memiliki kutub positif maupun negatif, jadi pemasangannya dalam PCB bisa terbalik tanpa mengalami masalah.
Ada dua sumber yang menyatakan tentang kapasitor keramik:
Kekuatan dari dielektriknya sangat kuat, dan berkapasitas besar. Pada umumnya jenis kapasitor ini digunakan untuk meredam bunga api. Misalnya bunga api yang timbul pada platina kendaraan bermotor.
Karena terbuat dari keramik, kondensator ini memiliki kapasitas yang kecil yaitu di bawah 1 mikrofarad. Umumnya digunakan dalam rangkaian penguat frekuensi menengah.
Tapi saya condong kepada yang kedua. Karena dalam kenyataannya apabila kita memang menggunakan kondensator keramik dalam rankaian radio. Mengenai yang pertama saya kurang tahu mengenai hal itu.
Kapasitor KertasJenis kapasitor ini menggunakan lapisan kertas setebal antara 0..02 – 0.05 mm dengan diapit oleh dua lembar kertas alumunium.
Kapasitor Elektrolit (Elco)
Kapasitor jenis ini menggunakan elektrolit sebagai dielektriknya. Umumnya oksida aluminium. Memiliki kaki positif maupun negatif, jadi usahakan jangan sampai terbalik. Digunakan sebagai perata denyutan listrik DC. Di badan kapasitor ini terdapat tanda untuk mengetahui mana kaki minus.
Kapasitor dengan dielektrik Udara
Jenis kapasitor ini menggunakan udara sebagai dielektriknya. Sebagai contoh tuner radio FM adalah jenis kapasitor udara. Cara kerja dari kapasitor ini mirip dengan varco. Besarnya kapasitas ditentukan dengan luas penampang yang saling berhadapan. Tuner diputar untuk mengubah kapasitas kapasitor sekaligus mengubah frekuensinya.
Varco
Varco atau variable condensator adalah jenis kapasitor yang dapat diubah-ubah kapasitasnya.
Dan beberapa jenis lainnya.
Kapasitor Elektrolit (Elco)
Kapasitor jenis ini menggunakan elektrolit sebagai dielektriknya. Umumnya oksida aluminium. Memiliki kaki positif maupun negatif, jadi usahakan jangan sampai terbalik. Digunakan sebagai perata denyutan listrik DC. Di badan kapasitor ini terdapat tanda untuk mengetahui mana kaki minus.
Kapasitor dengan dielektrik Udara
Jenis kapasitor ini menggunakan udara sebagai dielektriknya. Sebagai contoh tuner radio FM adalah jenis kapasitor udara. Cara kerja dari kapasitor ini mirip dengan varco. Besarnya kapasitas ditentukan dengan luas penampang yang saling berhadapan. Tuner diputar untuk mengubah kapasitas kapasitor sekaligus mengubah frekuensinya.
Varco
Varco atau variable condensator adalah jenis kapasitor yang dapat diubah-ubah kapasitasnya.
Dan beberapa jenis lainnya.
Kapasitas kapasitorPada
umumnya kapasitas kapasitor dinyatakan dalam mikrofarad. Karena dalam
kehidupan sehari-hari 1 farad sudah sangat besar apabila digunakan
dalam rankaian. Kapasitas kapasitor didefinisikan sebagai berikut:
“perbandingan tetap antara muatan (q) yang tersimpan dalam kapasitor dan beda potensial antara kedua plat konduktornya (v)”
Dari definisi di atas kita dapatkan rumus berikut:
C=q/v
Dengan:
C= kapasitas kapasitor (Farad)
q= muatan yang tersimpan (coulomb)
v= beda potensial (volt)
pada kapasitor apabila di pasangkan kepada rangkaian listrik, pasti mendapatkan muatan berbeda. Satu positif lainnya negatif.
Apabila kedua plat diberikan muatan q+ dan q-, beda potensial v, luas permukaan A, dan jarak antara plat adalah d, maka kapasitasnya dapat dirumuskan sebagai berikut
E=q/Aε0 dengan memasukkan rumus E=v/d dan diperoleh
C= ε0A/d
Dengan:
C= kapasitas kapasitor (Farad)
q= muatan yang tersimpan (coulomb)
v= beda potensial (volt)
ε0= permitivitas ruang hampa (8,85x10-12 C2N-2m-2)
d= luas plat (m2)
Dielektrik
Dielektrik didefinisikan sebgai berikut:
“bahan isolator yang digunakan untuk memisahkan kedua plat konduktor pada suatu kapasitor plat sejajar”
Tebal, jenis dan luas sangat menentukan besarnya kapasitas yang akan didapatkan.
Rangkaian KapasitorRangkaian kapasitor terdiri dari jenis rangkaian paralel, seri dan campuran.
ParalelTujuan dari memaralelkan kapasitor adalah untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar.
qtotal= q1+ q2+...
Vtotal=V1=V2=...
Ctotal=C1+C2+...
SeriTujuan menggunakan rangkaian seri adalah untuk mendapatkan nilai yang lebih kecil.
qtotal= q1= q2=...
Vtotal=V1+V2+...
1/Ctotal=1/C1+1/C2+…
CampuranBertujuan untuk mendapatkan nilai yang diinginkan sesuai dengan rumus di atas.
“perbandingan tetap antara muatan (q) yang tersimpan dalam kapasitor dan beda potensial antara kedua plat konduktornya (v)”
Dari definisi di atas kita dapatkan rumus berikut:
C=q/v
Dengan:
C= kapasitas kapasitor (Farad)
q= muatan yang tersimpan (coulomb)
v= beda potensial (volt)
pada kapasitor apabila di pasangkan kepada rangkaian listrik, pasti mendapatkan muatan berbeda. Satu positif lainnya negatif.
Apabila kedua plat diberikan muatan q+ dan q-, beda potensial v, luas permukaan A, dan jarak antara plat adalah d, maka kapasitasnya dapat dirumuskan sebagai berikut
E=q/Aε0 dengan memasukkan rumus E=v/d dan diperoleh
C= ε0A/d
Dengan:
C= kapasitas kapasitor (Farad)
q= muatan yang tersimpan (coulomb)
v= beda potensial (volt)
ε0= permitivitas ruang hampa (8,85x10-12 C2N-2m-2)
d= luas plat (m2)
Dielektrik
Dielektrik didefinisikan sebgai berikut:
“bahan isolator yang digunakan untuk memisahkan kedua plat konduktor pada suatu kapasitor plat sejajar”
Tebal, jenis dan luas sangat menentukan besarnya kapasitas yang akan didapatkan.
Rangkaian KapasitorRangkaian kapasitor terdiri dari jenis rangkaian paralel, seri dan campuran.
ParalelTujuan dari memaralelkan kapasitor adalah untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar.
qtotal= q1+ q2+...
Vtotal=V1=V2=...
Ctotal=C1+C2+...
SeriTujuan menggunakan rangkaian seri adalah untuk mendapatkan nilai yang lebih kecil.
qtotal= q1= q2=...
Vtotal=V1+V2+...
1/Ctotal=1/C1+1/C2+…
CampuranBertujuan untuk mendapatkan nilai yang diinginkan sesuai dengan rumus di atas.
C.kumparan/induktor
D.transformator
Dikenal dengan istilah trafo, adalah suatu alat elektronik yang memindahkan energi dari satu sirkuit elektronik ke sirkuit lainnya melalui pasangan magnet. Biasanya dipakai untuk mengubah tegangan listrik dari tinggi ke rendah dan berarti juga mengubah arus listrik dari rendah ke tinggi
D.transformator
Dikenal dengan istilah trafo, adalah suatu alat elektronik yang memindahkan energi dari satu sirkuit elektronik ke sirkuit lainnya melalui pasangan magnet. Biasanya dipakai untuk mengubah tegangan listrik dari tinggi ke rendah dan berarti juga mengubah arus listrik dari rendah ke tinggi

EfisiensiEfisiensi
transformator dapat diketahui dengan rumus Karena adanya kerugian pada
transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%.
Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai
98%.Jenis-jenis transformatorStep-Up
lambang transformator step-up
Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
lambang transformator step-up
Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
Step-Downskema transformator step-down
Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.
Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.
Komponen Aktif :
adalah komponen-komponen didalam rangkaian elektronik yang mempunyai penguatan atau mengarahkan aliran arus listrik
*Dioda
→ suatu bahan elektrikum yang tersusun atas 2 elektroda yaitu elektroda positif dan negatif
✗ Prinsip kerja
✔ Forward Biass (arah maju) dari anoda ke katoda
✔ Reverse Biass (arah mundur) dari katoda ke anoda
✗ Jenis-jenis Diode
✔ Dioda Zener = menstabilkan tegangan
✔ Dioda Kristal = Dioda kontak titik
✔ Light Emilting Diode (LED) = Lampu induktor
✔ Photo Diode = pencacah, penghitung
✔ Dioda Silikon = Penyearah Arus
✗ Jenis-jenis resistor yang bergantung pada suhu (TERMISTOR)
✔ NTC ( Negative Temprature Coeficient )
✔ PTC ( Positive Temprature Coeficient )
✗ Fungsi Diode
✔ Penyearah Arus
✔ Pencacah Penghitung
✔ Menstabilkan tegangan
a. dioda cahaya
b. dioda foto
c. dioda laser
d. diode Zener
e. dioda Schottky
b. dioda foto
c. dioda laser
d. diode Zener
e. dioda Schottky
transistor : → rancangan komponen yang terdiri dari 3 komponen diode tipe P (+) dan tipe N (-)
✗ Komponen penyusun transistor
Emitor = Pembawa muatan
✔ Basis = Pengatur gerak pembawa muatan dari emitor ke collector
✔ collector = Pengatur gerak pembawa muatan dari emitor ke output

*Fungsi transistor
✔ Penguat arus
✔ Penguat tegangan atau penguat getaran
✔
Pembangkit getaran✔ Saklar· IC (Integrated Circuit) → merupakan
kombinasi dari beberapa komponen elektronika yaitu diode, resistor, dan
kapasitor kecil. JENIS IC : IC MONOLITHIK, IC HYBRIDA (IC LINEAR, IC
TTL, IC CMOL)
JENIS-JENIS TRANSISTOR
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:
Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.
Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain
Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain
BJTBJT (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu dari dua jenis transistor. Cara kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Ketiga terminal tersebut adalah emiter (E), kolektor (C), dan basis (B).
Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. Rasio antara arus pada koletor dengan arus pada basis biasanya dilambangkan dengan β atau hFE. β biasanya berkisar sekitar 100 untuk transistor-transisor BJT.
FET
FET dibagi menjadi dua keluarga: Junction FET (JFET) dan Insulated Gate FET (IGFET) atau juga dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (atau Semiconductor) FET (MOSFET). Berbeda dengan IGFET, terminal gate dalam JFET membentuk sebuah dioda dengan kanal (materi semikonduktor antara Source dan Drain). Secara fungsinya, ini membuat N-channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode. Dan juga, keduanya (JFET dan tabung vakum) bekerja di "depletion mode", keduanya memiliki impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik dibawah kontrol tegangan input.
FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: dalam depletion mode, gate adalah negatif dibandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat. Untuk P-channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Sebagian besar IGFET adalah tipe enhancement mode, dan hampir semua JFET adalah tipe depletion mode.
Sirkuit Analog :a.Amplifier atau Penguat
b.Opamp (Operational Amplifier) termasuk negative feedback
c.Amplifier Daya
d.FET (Filed Effect Transistor), JFET, MOSFET, MESFET, MODFET, HEMT
e.CMOS, N-MOS, P-MOS, Pass-transistor
Sirkuit Digital :a.Gerbang logika
b.flip-flop
c.penghitung atau pencacah (Inggris: counter)
d.register
e.multiplekser (MUX) dan DEMUX
f.Penjumlah (Adder), Subtraktor (Pengurang) & Pengganda (Multiplier)
g.mikroprosesor
h.mikrokontroler
i.ADC, DAC, Atmel AVR
j.Digital Signal Processor (DSP)
k.FPGA (Field-Programmable Gate Array), ASIC, FPAA, Embedded-FPGA, CPLD
l.Semua jenis komputer digital: komputer super, mainframe, komputer mini, komputer pribadi m.desk-top, laptop, PDA, Smart card, telepon pintar, dll
Alat ukur :
a.Ohm-meter
b.Amper-meter
c.Voltmeter
d.Multimeter
e.Oskiloskop
f.Function generator
g.Digital Signal Analyzer
h.Spectrum meter
Senin, 01 April 2013
Posted by alex marz
09.43, under Tips Blogg | No comments
Melanjutkan artikel sebelumnya Teknik Cara Rahasia menghafal angka cepat.Kita akan membahas sedikit ‘rahasia’
bagaimana memvisualisasikan angka menjadi gambar sebagai pedoman utama dalam
menghafal angka cepat.
Memang terdengar mudah,kita hanya tinggal
mengubah suatu angka menjadi image tertentu.Tidak semudah itu !Ada
teknik-teknik tersendiri yang sudah dirancang khusus untuk mempermudah setiap
step yang ada.
Sebelum mengasosiasikan angka menjadi
gambar step pertama adalah mengubah
angka menjadi huruf
Berikut larangan yang tidak boleh dilakukan
dalam mengubah angka menjadi huruf :
Jangan memisalkan angka dg huruf vokal
Hindari visualisasi yang seperti ini :
1-----A
2-----I
3-----U
4-----E
5-----O
(a,i,u,e,o)
Urutan adalah salah satu sifat otak kiri,bukannya kita mau
meremehkan kemampuan otak kiri tapi alangkah baiknya jika kita berimajinasi
dengan otak kanan.
Jangan memisalkan angka dg huruf yg berurutan
Juga hindari yang seperti ini :
1-----A
2-----B
3-----C
4-----B
5-----C
Berikut ini saya sudah merancang sebuah susunan perubahan dari
angka menjadi huruf yang saya sesuaikan dengan tipe orang Indonesia :
-Angka 1
berubah menjadi huruf--- T (coretlah bagian atas angka 1,maka akan menjadi
huruf T)
-angka 2 berubah menjadi huruf
---N (putar angka 2 90derajat berlawanan
jarum jam,maka akan meyerupai huruf N)
-angka 3 berubah menjadi huruf
---M(Putar 90 derajat seperti angka 2 tadi)
-angka 4 berubah menjadi huruf
---R (Cerminkan angka 4,lalu tambahkan garis agar menyerupai huruf R)
-angka 5 berubah menjadi huruf
---L (L adalah angka romawi untuk 50)
-angka 6 berubah menjadi huruf
---b(memang mirib huruf b)
-angka 7 berubah menjadi huruf
---k(putar 180 derajat,cerminkan lalu tambahkan garis hingga menyerupai huruf
k)
-angka 8 berubah menjadi huruf
---s(Hapus beberapa garis pada angka 8 hingga menyerupai huruf s
-angka 9 berubah menjadi huruf
---p(cerminkan)
-angka 0
berubah menjadi huruf ---g(tambahkan garis dibawah angka 0 hingga meyerupai
huruf g)
Lalu Bagaimana merubah huruf menjadi gambar ?
Caranya
mudah,pertama ubah cara pandang anda terhadap angka
jika anda melihat angka 1234567890,biasanya dalam pikiran anda angka itu
terpecah menjadi 1-2-3-4-5-6-7-8-9-0.Tapi tidak bagi saya. sekarang juga ketika
kalian melihat angka lihatlah dengan sudut pandang seperti ini :
12-34-56-78-90
(terpisah dua-dua)
Langkah
selanjutnya ubah angka menjadi huruf,maka angka
diatas akan berubah menjadi seperti ini :
TN-MR-LB-KS-PG
Ubah huruf menjadi kata
Didalam pikiran saya akan menjadi
Tina-Miras-Labu-Kasur-Pagar
terimakasih sudah membaca semoga bermanfaat
terimakasih sudah membaca semoga bermanfaat
Sabtu, 01 Desember 2012
Posted by alex marz
12.47, under Tips Blogg | 1 comment
Berikut Daftar dari Keyboard Shortcuts
General jalan pintas keyboard
* CTRL + C (Copy)
* CTRL + X (Cut)
* CTRL + V (Tempel)
* CTRL + Z (Undo)
* DELETE (Hapus)
* SHIFT + DELETE (Hapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin)
* CTRL sambil menyeret item (Menyalin item yang dipilih)
* CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat shortcut untuk item yang dipilih)
* Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
* CTRL + RIGHT ARROW (Pindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya)
* CTRL + LEFT ARROW (Pindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya)
* CTRL + DOWN ARROW (Pindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya)
* CTRL + UP ARROW (Pindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya)
* CTRL + SHIFT dengan salah satu tombol panah (Sorot blok teks)
* SHIFT dengan salah satu tombol panah (Pilih lebih dari satu item dalam
sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
* CTRL + A (Pilih semua)
* F3 kunci (Mencari file atau folder)
* ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
* ALT + F4 (Tutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
* ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
* ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
* CTRL + F4 (Tutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan
Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
* ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
* ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan bahwa mereka telah dibuka)
* F6 key (Cycle melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
* F4 key (Menampilkan daftar Alamat bar di My Computer atau Windows Explorer)
* SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
* ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu Sistem untuk jendela aktif)
* CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
* ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
* Digarisbawahi huruf dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai)
* Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif)
* RIGHT ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
* LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
* Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif)
* BACKSPACE (Lihat tingkat satu folder di My Computer atau Windows Explorer)
* ESC (Membatalkan tugas saat ini)
* SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam drive CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain)
* CTRL + SHIFT + ESC (Buka Task Manager)
Keyboard pintas kotak Dialog
Jika Anda menekan SHIFT + F8 di kotak daftar pilihan diperpanjang, Anda mengaktifkan modus seleksi diperpanjang. Dalam mode ini, Anda dapat menggunakan tombol panah untuk memindahkan kursor tanpa mengubah pilihan. Anda dapat menekan CTRL + SPACEBAR atau SHIFT + SPACEBAR untuk menyesuaikan seleksi. Untuk membatalkan modus seleksi diperpanjang, tekan SHIFT + F8 lagi. Pemilihan mode diperpanjang membatalkan sendiri ketika Anda memindahkan fokus ke kontrol lain.
* CTRL + TAB (Bergerak maju melalui tab)
* CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
* TAB (Bergerak maju melalui pilihan)
* SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
* ALT + huruf bergaris bawah (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
* ENTER (Lakukan perintah untuk opsi aktif atau tombol)
* SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah kotak centang)
* Tombol panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
* Tombol F1 (Bantuan Display)
* F4 key (Menampilkan item dalam daftar aktif)
* BACKSPACE (Buka folder satu tingkat Facebook jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)
Microsoft pintas keyboard alami
* Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
* Windows Logo + BREAK (Menampilkan kotak dialog System Properties)
* Windows Logo + D (Menampilkan desktop)
* Windows Logo + M (Meminimalkan semua jendela)
* Windows Logo + SHIFT + M (Memulihkan jendela diminimalkan)
* Windows Logo + E (Membuka My Computer)
* Windows Logo + F (Mencari file atau folder)
* CTRL + Windows Logo + F (Mencari komputer)
* Windows Logo + F1 (Display Windows Help)
* Windows Logo + L (Mengunci keyboard)
* Windows Logo + R (Membuka kotak dialog Run)
* Windows Logo + U (Buka Utility Manager)
Aksesibilitas keyboard shortcut
* Hak SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterKeys on atau off)
* Waktu ALT + SHIFT kiri + PRINT SCREEN (Beralih Kontras Tinggi on atau off)
* Waktu ALT + SHIFT kiri + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseKeys on atau off)
* SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyKeys on atau off)
* NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleKeys on atau off)
* Windows Logo + U (Buka Utility Manager)
Windows Explorer Keyboard pintas
* END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
* HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
* NUM LOCK + Asterisk tanda * (Menampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
* NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
* NUM LOCK + tanda Minus (-) (Tutup folder yang dipilih)
* LEFT ARROW (Tutup pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder induk)
* RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini jika runtuh, atau pilih subfolder pertama)
Kunci Shortcut untuk Peta Karakter
Setelah Anda mengklik dua kali karakter pada grid karakter, Anda dapat
bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas keyboard:
* RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
* LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
* UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
* DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
* PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
* PAGE DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
* HOME (Pindah ke awal baris)
* END (Pindah ke akhir baris)
* CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
* CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
* SPACEBAR (Beralih antara modus membesar dan Normal ketika karakter dipilih)
Microsoft Management Console (MMC) pintas jendela utama Keyboard
* CTRL + O (Membuka konsol yang tersimpan)
* CTRL + N (Buka konsol baru)
* CTRL + S (Simpan konsol terbuka)
* CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
* CTRL + W (Buka jendela baru)
* Tombol F5 (Memperbarui konten semua jendela konsol)
* ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
* ALT + F4 (Tutup konsol)
* ALT + A (Menampilkan menu Action)
* ALT + V (Menampilkan menu View)
* ALT + F (Menampilkan menu File)
* ALT + O (Menampilkan menu Favorit)
MMC pintas jendela konsol Keyboard
* CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau panel aktif)
* ALT + Minus sign (-) (Menampilkan menu jendela untuk jendela konsol yang aktif)
* SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut Aksi untuk item yang dipilih)
* Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
* Tombol F5 (Memperbarui konten semua jendela konsol)
* CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
* CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
* ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
* Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
* CTRL + F4 (Tutup jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya
memiliki satu jendela konsol, shortcut ini menutup konsol)
Remote desktop koneksi navigasi
* CTRL + ALT + END (Buka Microsoft Windows NT kotak dialog Security)
* ALT + PAGE UP (Beralih di antara program dari kiri ke kanan)
* ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
* ALT + INSERT (Cycle melalui program-program dalam rangka yang terakhir digunakan)
* ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
* CTRL + ALT + BREAK (Switch komputer klien antara jendela dan layar penuh)
* ALT + DELETE (Menampilkan menu Windows)
* CTRL + ALT + Minus sign (-) (. Tempat snapshot dari seluruh area
jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang
sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal)
* CTRL + ALT + Plus sign (+) (Tempat snapshot dari jendela aktif dalam
klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama
dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Microsoft Internet Explorer navigasi
* CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit)
* CTRL + E (Membuka Search bar)
* CTRL + F (Mulai Cari utilitas)
* CTRL + H (Membuka baris Riwayat)
* CTRL + I (Membuka baris Favorit)
* CTRL + L (Membuka kotak dialog Open)
* CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama)
* CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama dengan CTRL + L)
* CTRL + P (Membuka kotak dialog Print)
* CTRL + R (Memperbarui halaman Web saat ini)
* CTRL + W (Tutup jendela aktif)














